People Living With HIV Stigma Index 2.0 in Indonesia

Kami berharap hasil dari studi Indeks Stigma 2.0 di Indonesia akan mempengaruhi kebijakan dan program nasional serta meningkatkan kehidupan orang-orang dengan HIV. Menciptakan lingkungan bebas stigma sangat penting untuk mencapai target “95-95-95” Indonesia dan mengakhiri AIDS pada tahun 2030. Mengakui bahwa stigma dan diskriminasi merupakan hambatan dalam layanan tes dan pengobatan HIV, pada tahun 2021, PBB meluncurkan kampanye “Zero Stigma” dengan kerangka kerja global 10-10-10 yang baru: Kurang dari 10% negara memiliki lingkungan hukum dan kebijakan yang represif yang menghalangi akses keadilan, kurang dari 10% orang dengan HIV dan populasi kunci mengalami stigma dan diskriminasi, serta kurang dari 10% wanita, anak perempuan, orang dengan HIV, dan populasi kunci mengalami ketidaksetaraan gender dan kekerasan.

Laporan Tahunan JIP 2023

Laporan Tahunan 2023 Jaringan Indonesia Positif (JIP) bertujuan memberikan gambaran kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan sesuai rencana strategis nasional 2020-2025. Meskipun mencerminkan kontribusi organisasi untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV, perjalanan JIP ini masih memerlukan dukungan kuat dari berbagai pihak, termasuk komunitas, mitra, dan pemerintah.

Laporan Asesmen: Persepsi Orang dengan HIV terhadap Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa orang dengan HIV sebagai kelompok rentan masih menghadapi hambatan dalam mengakses layanan JKN. Menurut catatan dari UNAIDS, jumlah orang yang hidup dengan HIV diperkirakan mencapai 540.000 pada tahun 2020, namun hanya sekitar 140.000 orang yang menerima pengobatan antiretroviral (ARV). Prinsip No One Left Behind dan tujuan mulia UHC idealnya dipahami dan dapat diakses oleh semua orang, termasuk orang yang hidup dengan HIV dan populasi kunci.

Assessment Report: The Perceptions of People Living with HIV towards National Health Insurance (JKN) in Indonesia

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa orang dengan HIV sebagai kelompok rentan masih menghadapi hambatan dalam mengakses layanan JKN. Menurut catatan dari UNAIDS, jumlah orang yang hidup dengan HIV diperkirakan mencapai 540.000 pada tahun 2020, namun hanya sekitar 140.000 orang yang menerima pengobatan antiretroviral (ARV). Prinsip No One Left Behind dan tujuan mulia UHC idealnya dipahami dan dapat diakses oleh semua orang, termasuk orang yang hidup dengan HIV dan populasi kunci.

Modul Pendidikan Seksualitas Komprehensif Luar Sekolah Bagi Remaja Beresiko Di Maluku 2023

Pendidikan seksualitas secara komprehensif atau comprehensive sexual education (CSE) merupakan proses pembelajaran mengenai seksualitas secara kognitif, emosional, fisik, serta sosial . Pendidikan seksualitas komprehensif memungkinkan kaum muda untuk melindungi dan menyuarakan kebutuhan kesehatan, kesejahteraan, dan mempertahankan martabat mereka dengan memberi mereka pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan sehingga kaum muda dapat menjalankan dan menentukan apa yang ingin dilakukan oleh dirinya sendiri berdasarkan hak-hak yang penuh makna.

Modul Pendidikan Seksualitas Komprehensif Luar Sekolah Bagi Remaja Beresiko Di NTB 2023

Pendidikan seksualitas secara komprehensif atau comprehensive sexual education (CSE) merupakan proses pembelajaran mengenai seksualitas secara kognitif, emosional, fisik, serta sosial . Pendidikan seksualitas komprehensif memungkinkan kaum muda untuk melindungi dan menyuarakan kebutuhan kesehatan, kesejahteraan, dan mempertahankan martabat mereka dengan memberi mereka pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan sehingga kaum muda dapat menjalankan dan menentukan apa yang ingin dilakukan oleh dirinya sendiri berdasarkan hak-hak yang penuh makna.

Modul Pendidikan Seksualitas Komprehensif Luar Sekolah Bagi Remaja Beresiko Di NTT 2023

Pendidikan seksualitas secara komprehensif atau comprehensive sexual education (CSE) merupakan proses pembelajaran mengenai seksualitas secara kognitif, emosional, fisik, serta sosial . Pendidikan seksualitas komprehensif memungkinkan kaum muda untuk melindungi dan menyuarakan kebutuhan kesehatan, kesejahteraan, dan mempertahankan martabat mereka dengan memberi mereka pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan sehingga kaum muda dapat menjalankan dan menentukan apa yang ingin dilakukan oleh dirinya sendiri berdasarkan hak-hak yang penuh makna.

Modul Pendidikan Seksualitas Komprehensif Luar Sekolah Bagi Remaja Beresiko Di Papua Barat Daya 2023

Pendidikan seksualitas secara komprehensif atau comprehensive sexual education (CSE) merupakan proses pembelajaran mengenai seksualitas secara kognitif, emosional, fisik, serta sosial . Pendidikan seksualitas komprehensif memungkinkan kaum muda untuk melindungi dan menyuarakan kebutuhan kesehatan, kesejahteraan, dan mempertahankan martabat mereka dengan memberi mereka pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan sehingga kaum muda dapat menjalankan dan menentukan apa yang ingin dilakukan oleh dirinya sendiri berdasarkan hak-hak yang penuh makna.

Modul Pendidikan Seksualitas Komprehensif Luar Sekolah Bagi Remaja Beresiko Di Papua 2023

Pendidikan seksualitas secara komprehensif atau comprehensive sexual education (CSE) merupakan proses pembelajaran mengenai seksualitas secara kognitif, emosional, fisik, serta sosial . Pendidikan seksualitas komprehensif memungkinkan kaum muda untuk melindungi dan menyuarakan kebutuhan kesehatan, kesejahteraan, dan mempertahankan martabat mereka dengan memberi mereka pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan sehingga kaum muda dapat menjalankan dan menentukan apa yang ingin dilakukan oleh dirinya sendiri berdasarkan hak-hak yang penuh makna.

Mendorong Pencapaian Zero Stigma dan Diskriminasi pada 2030 dalam Kerangka Layanan Kesehatan. Apakah hanya sebuah mimpi atau Harapan?

Salah satu faktor penghambat dalam penanganan HIV di Indonesia adalah adanya stigma dan diskriminasi pada orang Dengan HIV serta terhadap komunitas rentan terhadap HIV. Hal ini menyebabkan masih rendahnya akses layanan kesehatan dari komunitas tersebut, saat ini indikator penurunan diskriminasi menjadi salah satu tujuan dalam penanganan HIV, yang dikenal dengan sebutan Ending AIDS dalam kerangka SDG’s pada 20301.